Bolehkah Penderita Hipertensi Mengonsumsi Daging?

Bolehkah Penderita Hipertensi Mengonsumsi Daging?

Hi, Friends of SlimGourmet! Meskipun hari raya kurban telah berlalu sejak seminggu yang lalu, namun biasanya bahan makanan berupa daging masih terhidang pada meja makan dan juga tersimpan dalam lemari pendingin. Bagi sebagian orang yang memiliki kondisi hipertensi terkadang takut untuk mengonsumsi olahan daging karena khawatir akan meningkatkan tekanan darah. Benarkah penderita hipertensi tidak boleh mengonsumsi olahan daging? Mari kita bahas pada newsletter kali ini.

Pada dasarnya para penderita hipertensi masih dapat mengonsumsi olahan aneka daging, baik daging ayam maupun daging berwarna merah seperti daging sapi dan kambing. Hanya saja ada hal yang perlu diperhatikan yaitu porsi atau jumlah, bagian daging yang dikonsumsi serta cara pengolahannya. Daging memang mengandung natrium dan kolesterol yang dapat memicu terjadinya hipertensi, namun demikian jumlahnya tidak terlalu besar dalam per 100 gram berat daging sehingga para penderita hipertensi masih dapat dikatakan “aman” mengonsumsi daging. Konsumsi bagian daging tanpa lemak sebanyak 50 - 100 gram sudah cukup bagi penderita hipertensi.

Pengolahan daging yang baik untuk penderita hipertensi adalah dengan teknik memasak yang menggunakan sedikit minyak seperti mengukus, merebus dan juga ditumis. Pengolahan daging dengan lemak banyak dan penggunaan santan kental tidak disarankan karena akan menambah kalori yang berlebih dan dapat meningkatkan kolesterol serta memicu terjadinya hipertensi.

Tim Kitchen dan Nutritionist SlimGourmet selalu memperhatikan teknik memasak yang tepat, untuk menjaga kondisi kesehatan klien sehingga klien tidak perlu khawatir akan masalah kesehatan yang dialami.

Mari hidup sehat, bahagia, dan sejahtera bersama SlimGourmet!

0 0
Feed