Emotional Eating

Apakah anda pernah mendengar tentang emotional eating? Newsletter minggu ini mengulas tentang emotional eating dan dampaknya terhadap berat badan dan kesehatan dan juga tips untuk mengatasi hal tersebut.

Emotional eating adalah dorongan untuk makan berlebihan yang biasanya dipicu oleh emosi yang tidak stabil atau rasa bosan akibat rutinitas. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan asupan makanan yang salah satu dampaknya adalah naiknya berat badan dan meningkatnya resiko penyakit kronis. 


Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi emotional eating:

1. Kenali penyebab, coba anda catat kapan anda makan dalam jumlah berlebih. Stress, rasa bosan, marah, sedih, takut, atau malu, dan kebiasaan masa kecil adalah penyebab terjadinya emotional eating.

2. Relaksasi, coba untuk mengalihkan perhatian anda jika ada dorongan makan pada saat emosi anda tidak stabil dan lakukan aktifitas lain, seperti olahraga, melakukan hobi, atau mendengarkan musik.

3. Belajar mengenal rasa lapar, saat perut keroncongan coba ingat jam berapa anda terakhir makan. Apabila jaraknya baru 2 jam, mungkin anda tidak lapar tetapi itu merupakan reaksi tubuh terhadap dehidrasi. Atasi dengan minum air putih.

4. Simpan Buah dan Sayur, cara tersebut merupakan alternatif yang lebih sehat yang dapat anda jalankan apabila langkah di atas tidak efektif dalam membantu anda untuk menghindari emotional eating.

Memang tidak mudah untuk melawan emotional eating, namun dengan komitmen dan tekad yang bulat pasti bisa dijalani. Selamat mencoba!

0 0
Feed