Jajanan Lokal Kekinian, Sehat Kah?

Jajanan Lokal Kekinian, Sehat Kah?

Hi, Friends of SlimGoumet!Semakin hari, semakin banyak jajanan lokal yang muncul dengan cita rasa dan penampilan baru, tentu saja untuk menarik perhatian masyarakat dan melestarikan budaya lokal, seperti kue cubit, kue pancong dan lainnya.

Jajanan lokal ala Indonesia umumnya terbuat dari tepung dan sumber karbohidrat lainnya, seperti singkong, ubi, kentang, dan jagung. Sumber makanan tinggi karbohidrat itu sendiri sudah menyumbang nilai kalori yang cukup besar, misalnya 2 buah kentang ukuran sedang yang berukuran 210 g memiliki nilai kalori sebesar 175 kalori, setara dengan 1 potong (120 g) singkong, 5 sdm (50 g ) tepung terigu, dan 100 g nasi putih. Sering kali jajanan tersebut diolah dengan penambahan krim/produk olahan susu juga tambahan gula ekstra sehingga menjadi cemilan berkalori sangat tinggi.


Dapat dibayangkan, jika kita mengonsumsi jajanan dalam porsi yang cukup banyak, nilai kalori yang masuk dalam tubuh pun semakin besar.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan cara pengolahan dan bahan pencampur yang menyertai jajanan tersebut. Pilihlah jajanan yang diolah dengan cara dikukus/rebus/panggang sehingga meminimalisasi penggunaan minyak. Selain itu, pilihlah jajanan yang tidak terlalu manis, asin, dan berlemak. Hindari jajanan yang menggunakan butter, gula, susu kental manis, dan selai yang terlalu banyak. Selain itu, Anda juga sebaiknya dapat mengontrol diri untuk mengonsumsi makanan dengan porsi yang tepat.

SlimGourmet juga memanfaatkan pangan lokal dalam menu dessert, seperti Talam Ubi dan Thai Sweet Cassava dalam menu minggu ini, namun dalam takaran nilai gizi yang cukup dan pilihan bahan-bahan yang sehat. Ingin mengonsumsi cemilan manis, enak dan tanpa kalori berlebih? Anda dapat mencoba varian dessert dari SlimGourmet yang tidak pernah lebih dari 120 Kalori!

Mari hidup sehat, bahagia, dan sejahtera bersama SlimGourmet!

0 0
Feed