Sea Salt vs Table Salt

Hi friends of SlimGourmet! Belakangan ini, terdapat isu kesehatan yang menyatakan bahwa sea salt (garam laut) lebih baik dari table salt (garam meja). Benarkah demikian? Mari kita bahas pada newsletter minggu ini.

Perbedaan mendasar dari garam laut dan garam meja terletak pada rasa, tekstur, dan proses pengolahannya. Garam laut diproses dari evaporasi laut atau danau air asin. Kandungan mineral garam laut ditentukan oleh sumber air yang digunakan. Mineral tersebut yang memberikan rasa, warna, dan tekstur pada garam laut sehingga terdapat banyak macam garam laut yang beredar di pasaran. Berbeda dari garam laut, garam meja merupakan hasil tambak yang melalui berbagai proses panjang untuk menambah daya simpan. Garam meja juga biasanya difortifikasi dengan yodium, mineral yang berfungsi menjaga kesehatan tiroid.


Kedua garam tersebut mengandung mineral utama yang sama, yaitu natrium dan klorida. Nilai gizi antara garam laut dan garam meja juga hampir sama dalam berat seimbang. Namun, banyak klaim yang menyatakan bahwa garam laut lebih sehat dari pada garam dapur karena dianggap lebih alami dan mengalami proses pengolahan lebih singkat sehingga lebih banyak mineral yang terkandung.

Meskipun demikian, kebutuhan mineral seperti natrium dalam tubuh tergolong kecil dan sudah tercukupi dengan mengonsumsi daging, ayam, buah dan sayuran yang cukup dalam sehari. Jadi, tidak masalah jenis garam apa yang Anda gunakan, baik garam laut maupun garam meja, keduanya tetap harus dikontrol penggunaannya dan tidak boleh berlebihan.

Tim kitchen dan nutritionist SlimGourmet memastikan makanan Anda tetap enak walaupun penggunaan garam dibatasi, karena natrium berlebih dalam tubuh dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner.

Mari hidup sehat, bahagia dan sejahtera bersama SlimGourmet!

0 0
Feed